Naik Kelas! UMKM Gendis Sidoarjo Dibekali Strategi Kelola Bisnis Modern dan Keuangan Sehat

Guna memastikan usaha tidak jalan di tempat, pelatihan intensif ini langsung dilanjutkan dengan pendampingan lapangan agar UMKM Sidoarjo sukses cetak omzet maksimal.

Admin

Admin

16 Jun 2026

judul

SIDOARJO – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo terus memacu standardisasi dan kelas pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar digital maupun konvensional. Langkah taktis ini diwujudkan melalui gelaran pelatihan intensif yang berfokus pada dua pilar krusial eksistensi bisnis, yakni manajemen usaha dan manajemen keuangan. Pelatihan yang berlangsung di aula pertemuan dinas tersebut menyasar secara khusus para pelaku usaha yang tergabung dalam Paguyuban UMKM Gendis.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa intervensi pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan modal atau alat saja. Menurutnya, fondasi utama dari keberlanjutan sebuah usaha mikro terletak pada kapasitas intelektual pemiliknya dalam mengelola perputaran uang dan organisasi bisnis. Melalui sinergi bersama Paguyuban UMKM Gendis, dinas berharap materi yang disampaikan dapat langsung dipraktikkan guna mengikis angka kegagalan usaha pemula akibat manajemen yang buruk.

Guna menghadirkan bobot ulasan yang berimbang dan aplikatif, dinas menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yang membedah teori tata kelola organisasi secara fundamental. Perwakilan akademisi ini memaparkan strategi pemetaan target pasar, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang sederhana, hingga pentingnya legalitas usaha. Para peserta diajak untuk melihat bisnis mereka bukan lagi sekadar usaha sampingan, melainkan sebuah entitas profesional yang memiliki visi jangka panjang.

Tidak hanya dipersenjatai dengan teori di atas kertas, pelatihan ini juga menghadirkan praktisi bisnis berpengalaman yang mengupas tuntas realita di lapangan. Sang praktisi membagikan taktik bertahan hidup menghadapi fluktuasi harga bahan baku, teknik negosiasi dengan pemasok, hingga cara mengoptimalkan platform digital untuk efisiensi operasional. Sesi ini menjadi pemantik diskusi yang interaktif karena langsung menjawab hambatan-hambatan riil yang selama ini dirasakan oleh anggota paguyuban.

Beralih ke pilar kedua, fokus pelatihan diarahkan tajam pada carut-marutnya manajemen keuangan yang kerap menjadi penyakit kronis pelaku usaha mikro. Narasumber keuangan membimbing peserta secara perlahan untuk mulai memisahkan dengan tegas antara rekening pribadi dan rekening usaha. Hal ini krusial karena kebiasaan mencampuradukkan kas rumah tangga dengan kas bisnis sering kali menjadi penyebab utama runtuhnya likuiditas UMKM tanpa disadari oleh pemiliknya.

Lebih konkret lagi, para anggota Paguyuban UMKM Gendis juga langsung diajak melakukan simulasi penyusunan laporan keuangan sederhana, mulai dari pencatatan arus kas harian hingga kalkulasi harga pokok penjualan (HPP) yang akurat. Dengan menggunakan aplikasi pencatatan keuangan berbasis ponsel pintar, para pelaku usaha kini dapat memantau keuntungan bersih secara real-time. Digitalisasi pencatatan ini diharapkan dapat menghindarkan mereka dari salah hitung yang berujung pada kerugian tidak terdeteksi.

Ketua Paguyuban UMKM Gendis menyambut positif inisiatif ini dan menyatakan bahwa pelatihan semacam inilah yang paling dibutuhkan oleh anggotanya saat ini. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi karena materi yang disuguhkan tidak mengawang-awang, melainkan berupa solusi praktis atas masalah harian mereka. Pihak paguyuban berkomitmen untuk melakukan pengawasan internal antaranggota pascapelatihan agar ilmu yang didapat tidak menguap begitu saja dan benar-benar diterapkan.

Sebagai langkah keberlanjutan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo berjanji akan menerjunkan tim fasilitator untuk melakukan pendampingan berkala ke lapangan. Keberhasilan pelatihan ini nantinya tidak hanya diukur dari sertifikat yang diterima peserta, melainkan dari adanya laporan keuangan yang sehat dan pertumbuhan omzet yang signifikan dari masing-masing anggota Paguyuban UMKM Gendis. Pemerintah daerah berharap skema kolaborasi antara birokrasi, akademisi, praktisi, dan komunitas ini dapat menjadi cetak biru kebangkitan UMKM Sidoarjo.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Artikel Terkait